Menulis artikel opini di media besar seperti Kompas adalah langkah yang strategis bagi para penulis yang ingin menyuarakan pemikirannya dan memengaruhi opini publik. Kompas menyediakan Rubrik Opini yang terbuka bagi masyarakat luas untuk menyampaikan pandangan mereka, tetapi tentu ada prosedur dan persyaratan tertentu yang harus diikuti.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lengkap cara mengirim artikel ke Kompas ID, mulai dari langkah-langkah pengiriman hingga tips agar artikel memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
Mengapa Mengirim Artikel ke Kompas?
Kompas adalah salah satu surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki jangkauan luas dan reputasi tinggi. Dengan menulis di Kompas, penulis dapat:
- Mendapatkan audiens yang luas untuk pandangan atau gagasannya.
- Memperoleh pengakuan dan validasi terhadap pemikiran yang ditulisnya.
- Mendapatkan honor sebagai bentuk apresiasi dari pihak Kompas.
Namun, menulis di Kompas juga berarti memenuhi standar tinggi yang mereka tetapkan untuk menjaga kualitas rubrik opini.
Langkah-Langkah Mengirim Artikel Opini ke Kompas
Berikut adalah langkah-langkah utama yang perlu Anda lakukan untuk mengirim artikel opini ke Kompas:
1. Daftar Akun
Pertama-tama, tentunya Anda harus memiliki akun Kompas terlebih dahulu. Untuk mendaftar akun, Anda hanya perlu memiliki email/nomor HP dan mengisi kata sandi. Jika Anda mendaftar memakai nomor HP, maka akan diminta OTP.
2. Isi Formulir Data Diri & Kirim Artikel
Anggaplah Anda sudah memiliki akun. Proses pengiriman artikel dimulai dengan mengisi formulir data diri di halaman: https://www.kompas.id/kirim-opini/form. Ini penting untuk memastikan identitas penulis dan sebagai data yang diperlukan jika artikel diterima. Setelah mengisi formulir data diri, Anda dapat mengunggah artikel sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pastikan artikel telah ditulis dengan baik dan sesuai format yang diminta Kompas, yakni menggunakan program Microsoft Words.
Poin yang harus diperhatikan saat mengisi formulir dan mengirim artikel:
- Periksa kembali format artikel dan pastikan mengikuti aturan panjang tulisan, yakni 800 - 1.000 kata atau 5000 karakter (dengan spasi).
- Isi formulir dengan benar dan jelas, sebab pihak redaksi akan menggunakan informasi ini untuk menghubungi Anda terkait status artikel.
- Pastikan artikel yang dikirim merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain, termasuk blog pribadi.
3. Artikel Ditinjau Redaksi Rubrik Opini
Setelah artikel terkirim, proses peninjauan oleh Redaksi Rubrik Opini akan berlangsung selama 3 - 7 hari. Tim redaksi akan membaca dan mempertimbangkan artikel Anda apakah sesuai dengan kriteria yang mereka cari. Selama peninjauan, artikel Anda akan dinilai berdasarkan:
- Relevansi dan keaktualan topik.
- Kualitas argumen dan kedalaman analisis.
- Kesesuaian dengan kepentingan umum, bukan sekadar kepentingan pribadi atau kelompok.
- Kepatuhan terhadap standar bahasa dan struktur tulisan.
Jika artikel memenuhi kriteria ini, maka akan dipertimbangkan untuk dimuat. Sebaliknya, jika artikel dinilai tidak sesuai, besar kemungkinan akan ditolak atau dikembalikan kepada penulis.
4. Pemberitahuan Status Artikel
Setelah proses peninjauan selesai, pihak Redaksi Rubrik Opini akan memberikan pemberitahuan kepada penulis mengenai status artikel yang dikirimkan. Ada dua kemungkinan status artikel:
- Artikel Diterbitkan: Artikel akan dimuat di rubrik opini Kompas. Penulis akan diberi tahu mengenai tanggal publikasi artikel, dan honor akan diberikan pada minggu berikutnya.
- Artikel Diretur: Artikel yang diretur atau dikembalikan biasanya disertai dengan alasan tertentu. Penulis dapat merevisi artikel berdasarkan masukan tersebut atau mempertimbangkan untuk mengirimnya ke media lain.
Syarat & Ketentuan Artikel Opini di Kompas
Agar artikel Anda berpeluang besar diterima, sangat penting memahami syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan Kompas untuk Rubrik Opini. Berikut adalah ketentuan yang harus Anda patuhi:
1. Artikel Harus Asli
- Tulisan harus merupakan hasil karya asli, bukan plagiat, saduran, atau terjemahan dari artikel lain.
- Kompas menekankan orisinalitas tulisan agar pembaca mendapatkan perspektif unik dari penulis.
2. Artikel Belum Pernah Dimuat
- Artikel yang dikirim ke Kompas tidak boleh pernah dimuat di media lain atau jurnal digital (termasuk blog pribadi).
- Kompas ingin menjaga eksklusivitas konten di Rubrik Opini.
3. Topik Aktual dan Relevan
- Topik yang dipilih harus menyangkut isu yang aktual dan relevan dengan kepentingan masyarakat luas.
- Tulisan sebaiknya mampu menawarkan solusi atau memberikan sudut pandang baru terkait isu yang diangkat.
4. Tidak Mengandung SARA atau Kepentingan Pribadi
- Artikel yang bersifat provokatif atau hanya mewakili kepentingan kelompok tertentu tidak akan diterima.
- Penulis diharapkan menyajikan opini yang objektif dan berorientasi pada kepentingan umum.
5. Mengedukasi dan Memberikan Wawasan Baru
- Artikel harus memberikan pencerahan, memperjelas permasalahan, dan menambah wawasan pembaca.
- Kompas mencari tulisan yang mendalam namun mudah dipahami oleh pembaca awam.
6. Panjang Artikel dan Format
- Panjang tulisan yang diizinkan adalah antara 800 - 1.000 kata atau 5000 karakter (dengan spasi), dan harus diketik menggunakan Microsoft Word.
- Penyajian artikel juga diharapkan singkat, padat, dan tidak bertele-tele.
7. Penulis Tunggal
- Artikel yang dikirimkan tidak boleh ditulis oleh dua penulis atau lebih, melainkan harus ditulis oleh satu penulis saja.
Honor Penulis
Bagi penulis yang artikelnya dimuat, Kompas memberikan honor sebagai bentuk apresiasi. Honor ini akan dibayarkan pada hari Rabu pada minggu berikutnya setelah artikel dipublikasikan, dan sudah dipotong pajak sesuai peraturan yang berlaku. Besarnya honor tidak diumumkan secara terbuka, tetapi bisa menjadi motivasi tambahan bagi para penulis.
Tips Agar Artikel Diterima oleh Kompas
Berikut adalah beberapa tips yang bisa meningkatkan peluang Anda agar artikel diterima dan dimuat di Kompas:
1. Pilih Topik yang Sedang Hangat
Pastikan topik yang Anda bahas sedang menjadi perhatian publik. Artikel yang aktual memiliki peluang lebih besar untuk menarik minat redaksi dan pembaca.
2. Buat Argumen yang Kuat
Artikel opini harus memiliki argumen yang jelas dan kuat. Hindari tulisan yang hanya berisi opini pribadi tanpa landasan yang jelas.
3. Gunakan Data dan Fakta yang Akurat
Kompas menghargai tulisan yang disertai dengan data atau fakta pendukung. Ini menunjukkan bahwa penulis telah melakukan riset mendalam.
4. Tulis dengan Bahasa yang Mudah Dipahami
Mengingat pembaca Kompas datang dari berbagai latar belakang, gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Hindari istilah teknis atau jargon yang sulit.
5. Edit dan Periksa Kembali Artikel
Pastikan artikel Anda bebas dari kesalahan ketik dan tata bahasa. Sebuah tulisan yang rapi akan lebih menarik bagi tim redaksi.
6. Tetap Profesional dan Tidak Provokatif
Hindari penggunaan bahasa yang dapat memancing kontroversi atau dianggap kurang profesional.
Mengirim artikel ke Kompas merupakan proses yang membutuhkan persiapan matang. Memahami syarat dan ketentuan, mengikuti langkah-langkah pengiriman, serta menyajikan tulisan yang berkualitas adalah kunci agar artikel Anda diterima oleh Rubrik Opini Kompas. Mengingat tingginya standar Kompas, selalu pastikan bahwa artikel yang Anda kirim telah memenuhi semua persyaratan dan siap memberikan manfaat bagi pembaca.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi salah satu penulis opini di Kompas. Selamat mencoba dan semoga berhasil!