Mengapa Media Online Tidak Membalas Pesan dari Penulis Tamu?

Mengapa media online cenderung hanya memberi respons untuk pemberitahuan diterima atau ditolak tanpa balasan lebih rinci? Berikut adalah berbagai ...

Sebagai seorang penulis tamu yang mengirimkan karya ke media online, sering kali kita menghadapi kenyataan bahwa media tersebut tidak memberikan respons setelah menerima kiriman kita. Baik itu naskah yang diterima maupun yang ditolak, banyak media yang hanya memberikan informasi singkat tanpa feedback mendalam, jika sama sekali ada balasan. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi penulis, apalagi jika kita berharap mendapatkan umpan balik atau penjelasan lebih lanjut.

Mengapa Media Online Tidak Membalas Pesan dari Penulis Tamu

Lantas, mengapa media online cenderung hanya memberi respons untuk pemberitahuan diterima atau ditolak tanpa balasan lebih rinci? Berikut adalah berbagai alasan yang mungkin mendasari fenomena ini.

1. Volume Pengiriman yang Tinggi

Media online, terutama yang memiliki audiens besar dan reputasi baik, menerima ratusan hingga ribuan kiriman naskah setiap bulan. Setiap penulis tamu yang mengirimkan karya mereka berharap naskah tersebut diterbitkan, namun kenyataannya hanya sebagian kecil yang bisa dipilih untuk dipublikasikan. Dengan jumlah kiriman yang begitu besar, mustahil bagi tim editorial untuk memberikan balasan pribadi kepada setiap pengirim naskah.

Sebagai contoh, beberapa platform besar seperti HuffPost atau Medium memiliki ribuan penulis yang berharap karyanya diterima setiap harinya. Bayangkan jika setiap naskah harus mendapatkan balasan atau umpan balik — itu akan membutuhkan sumber daya manusia dan waktu yang sangat besar.

Imbasnya:

  • Media hanya menghubungi penulis jika karya mereka diterima, atau memberi pemberitahuan penolakan standar.
  • Penulis yang karyanya tidak diterima tidak mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai alasan penolakan, yang sering kali membingungkan.

2. Sistem Kurasi yang Ketat

Setiap media online memiliki standar editorial yang ketat dalam memilih artikel yang layak terbit. Standar ini melibatkan berbagai aspek, seperti kualitas penulisan, orisinalitas, kesesuaian dengan audiens, relevansi topik, dan ketepatan gaya penulisan. Naskah yang tidak sesuai dengan kriteria ini akan langsung ditolak, atau lebih buruk lagi, dibiarkan tanpa kabar.

Alasan utama mengapa media tidak memberikan penjelasan lebih lanjut adalah karena kurasi tersebut bersifat internal dan sangat subjektif. Sebagai contoh, sebuah naskah yang ditulis dengan baik tetapi tidak sesuai dengan audiens target atau tema yang sedang dibutuhkan media tidak akan mendapat tempat di halaman mereka, meski dari segi kualitas penulisan sangat memadai.

Alasan di balik kebijakan ini:

  • Memilih naskah yang tepat adalah prioritas utama, bukan memberikan penjelasan panjang lebar kepada setiap pengirim.
  • Media tidak ingin memberi harapan palsu kepada penulis yang karya-karyanya tidak sesuai dengan kebutuhan editorial mereka.

3. Efisiensi Operasional Media

Media online, terutama yang memiliki banyak konten terbitan setiap hari, bekerja dengan sangat efisien. Mereka memiliki tim editorial yang terbatas yang harus menangani banyak aspek, mulai dari menulis, menyunting, hingga menerbitkan artikel. Mengelola banyak kiriman naskah dan memastikan semua artikel terbit tepat waktu memerlukan koordinasi yang sangat baik, sehingga komunikasi berlebihan dengan penulis tamu bisa memperlambat proses ini.

Imbasnya:

  • Komunikasi dengan penulis tamu sering kali dianggap kurang penting dibandingkan dengan pekerjaan editorial lainnya.
  • Sebagian besar media memilih untuk menghemat waktu dan hanya memberi respons pada karya yang layak diterbitkan.

4. Kebijakan Internal Media yang Berbeda

Setiap media memiliki kebijakan dan praktik operasional yang berbeda. Ada beberapa media yang lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan penulis tamu dan menyediakan penjelasan lebih rinci tentang status naskah mereka. Namun, banyak juga media yang memilih untuk hanya memberikan informasi terkait keputusan mereka, apakah naskah diterima atau ditolak, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Bagi sebagian besar media besar, memberikan umpan balik terperinci kepada setiap penulis yang mengirimkan karya bukanlah bagian dari kebijakan mereka, terutama jika mereka sudah memberikan panduan pengiriman yang jelas. Penulis diharapkan untuk memahami bahwa media memiliki banyak naskah yang perlu ditinjau, dan bukan setiap karya akan mendapatkan umpan balik individu.

Alasan kebijakan ini:

  • Untuk menjaga efisiensi dan kelancaran operasional editorial.
  • Media tidak memiliki sumber daya untuk memberikan feedback detail kepada setiap penulis.

5. Menghindari Diskusi Panjang

Terkadang, memberikan balasan terhadap penolakan naskah dapat memicu pertanyaan lebih lanjut dari penulis. Banyak penulis yang merasa perlu untuk meminta penjelasan lebih lanjut atau saran tentang bagaimana mereka bisa meningkatkan karya mereka di masa depan. Hal ini dapat menyebabkan diskusi yang panjang antara penulis dan tim editorial.

Beberapa media lebih memilih untuk menghindari diskusi semacam ini karena bisa menghabiskan waktu dan energi mereka yang terbatas. Mereka cenderung menganggap bahwa memberikan umpan balik lebih lanjut dapat menunda proses editorial mereka yang sudah padat.

Menghindari Diskusi:

  • Memberikan balasan atau penjelasan lebih lanjut memerlukan waktu tambahan.
  • Diskusi panjang dapat mengganggu kelancaran proses pengelolaan naskah.

6. Fokus pada Hasil Akhir

Media online yang memiliki audiens besar dan tuntutan konten yang terus meningkat lebih fokus pada hasil akhir. Bagi mereka, yang terpenting adalah bagaimana konten yang dipublikasikan dapat memenuhi kebutuhan audiens mereka dan menjaga kualitas jurnalisme. Karena itu, mereka mungkin tidak menganggap penting untuk memberikan feedback kepada penulis tamu, terutama jika naskah tersebut tidak diterima untuk dipublikasikan.

Dari sudut pandang editorial, keputusan untuk menerbitkan atau tidak menerbitkan naskah sudah mencakup penilaian apakah karya tersebut memenuhi kebutuhan mereka atau tidak. Dengan demikian, mereka mungkin merasa bahwa memberikan umpan balik yang lebih panjang kepada penulis akan mengganggu fokus mereka pada hasil akhir.

Fokus pada Hasil Akhir:

  • Media lebih mengutamakan proses editorial dan produksi konten yang cepat dan efisien.
  • Diskusi mendalam dengan penulis tidak dianggap sebagai prioritas.

7. Mengharapkan Penulis Agar Mandiri

Banyak media online menganggap bahwa penulis tamu harus memiliki pemahaman yang jelas tentang proses pengiriman naskah. Mereka sering kali sudah memberikan panduan pengiriman yang jelas di situs web mereka. Panduan ini mencakup cara menulis yang sesuai dengan audiens mereka, kriteria editorial, serta cara mengirimkan naskah yang benar.

Penulis tamu diharapkan untuk mematuhi panduan ini dan memahami bahwa jika naskah mereka tidak diterima, itu mungkin karena karya tersebut tidak memenuhi standar yang diinginkan. Tidak ada respons berarti karya tersebut belum sesuai, dan penulis seharusnya bisa menerima kenyataan ini tanpa perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Penulis Mandiri:

  • Media online berharap penulis memahami dan mengikuti pedoman yang telah disediakan.
  • Tidak ada feedback lebih lanjut karena itu bukan bagian dari proses editorial mereka.

Apa yang Dapat Dilakukan Penulis?

Tentu saja, sebagai penulis, kita tetap bisa berusaha untuk meningkatkan peluang kita dalam menghadapi kenyataan ini. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil:

  1. Ikuti Panduan dengan Cermat: Pastikan untuk mematuhi setiap petunjuk yang diberikan oleh media mengenai pengiriman naskah. Dengan begitu, peluang Anda diterima akan lebih besar.
  2. Bersabar: Ingatlah bahwa media online memerlukan waktu untuk memproses banyak kiriman naskah. Jangan langsung berkecil hati jika Anda tidak mendapatkan balasan dalam waktu singkat.
  3. Kirim ke Media Lain: Jangan terpaku pada satu media saja. Kirimkan karya Anda ke berbagai platform yang relevan dengan tema yang Anda tulis.
  4. Gunakan Umpan Balik untuk Berkembang: Jika Anda mendapatkan penolakan, gunakan pengalaman tersebut untuk meningkatkan kualitas tulisan Anda. Belajarlah dari umpan balik yang mungkin diberikan.
  5. Jaga Komunikasi Singkat dan Sopan: Jika Anda perlu bertanya, kirimkan pesan yang singkat, sopan, dan langsung ke pokok permasalahan.
  6. Pahami Pola Media: Lakukan riset tentang jenis konten yang diterima dan gaya penulisan yang diinginkan oleh media tempat Anda mengirimkan naskah.

Kurangnya balasan dari media online bukanlah indikasi bahwa karya Anda buruk, melainkan lebih kepada keterbatasan waktu dan sumber daya yang dimiliki oleh tim editorial. Sebagai penulis tamu, penting untuk bersikap sabar, profesional, dan terus berusaha meningkatkan kualitas tulisan Anda. Setiap pengalaman, baik diterima maupun ditolak, adalah bagian dari proses belajar dan berkembang. Dengan memahami mengapa media memilih untuk tidak memberikan feedback atau respons lebih lanjut, Anda dapat mengarahkan energi dan usaha Anda untuk memperbaiki karya serta meningkatkan peluang Anda untuk diterima oleh media online lainnya.

© Kirim Tulisan. All rights reserved.